Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Pluralisme Agama’ Category

Yang terjadi di tengah masyarakat kita sekarang ini selain yang telah kita sebutkan tadi ada beberapa oknum yang zahirnya nampak sebagai seorang muslim dan berjiwa agamis mereka berusaha untuk menetapkan keyakinan ini dengan menggunakan pemahaman-pemahaman agama dan teks-teks suci keagamaan. Dalam banyak kesempatan merekapun menggunakan dalil-dalil sastra maupun syair-syair seperti karya Maulawi (Jalaluddin Rumi .pen) atau Atthar Naisaburi yang digunakan untuk berdalil pada setiap pandangan mereka. Sedang disitu terdapat poin-poin yang mereka lalaikan dengan tanpa mereka disadari. Padahal jika diteliti lebih lanjut, niscaya banyak sekali peluang-peluang untuk bisa mengkritisi pemikiran mereka.

(lebih…)

Read Full Post »

Baik dari sisi praktis maupun teoritis tuntutan pluralisme adalah penekanan atas pelarangan manusia untuk berfikir absolitis dan mempersulit orang lain dengan berlandaskan pada fanatisme terhadap pandangannya dan menganggapnya sebagai kebenaran yang mutlak, dimana pendapat semacam ini pada hakikatnya kembali pada skeptisisme dalam ephistemologi.

(lebih…)

Read Full Post »

Dalam Al Quran, terdapat beberapa ayat yang menjelaskan bahwa kerasulan Muhammad saww dan perintah untuk mengikuti ajarannya telah tercantum dalam kitab-kitab suci lain sebelum penurunan Al Quran. Hal itu membuktikan dan memberikan konsekuensi bahwa setiba Muhammad saww, kaum Yahudi, Nasrani dan Shabi’in pun harus mengikuti ajaran Allah swt yang dibawa oleh Muhammad saww.

(lebih…)

Read Full Post »

Oleh karenanya, selain penggalakan toleransi sosial antar umat beragama, penumbuhan identitas religius sebagai dasar kerukunan umat beragama harus ditekankan. Hanya dengan identitas religius, suatu bangsa akan dapat menahan serangan budaya asing yang selalu menggerus dan menggoyah kebudayaan bangsa. Identitas religius adalah identitas esensi manusia. Dengan kembali kepada identitas ini berarti kembali kepada esensi kemanusiaan. Inilah makna keadilan yang diimpikan semua umat manusia.

(lebih…)

Read Full Post »

Dari sini akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa berdalil dengan ayat ini untuk menguatkan konsep Pluralisme Agama yang berarti setiap agama mampu menghantarkan pengikutnya kepada keselamatan abadi dan sejati sangatlah tidak tepat, bahkan bisa dikatakan sebagai argumen yang terlalu diada-adakan dan cenderung melakukan pemaksaan terhadap teks. Pemaksaan semacam ini akan mengakibatkan seseorang terjerumus pada jurang penafsiran sesuai pendapat pribadi (tafsir bir ra’yi) yang jelas-jelas dilarang (baca: haram) dalam ajaran agama Islam.

(lebih…)

Read Full Post »

Dalam kehidupan sosial, justru ajaran Islam mengharuskan umatnya untuk bersikap lemah lembut, penuh kasih sayang, adil, dan tidak zalim kepada sesama umat manusia, apapun agama, ras, dan bangsanya. Toleransi tidak bisa diartikan menerima semua agama dan menganggap semuanya benar. Seorang muslim yang baik adalah bersifat eksklusif terhadap agamanya sendiri, namun di saat yang sama dia pun toleran terhadap pemeluk agama lain. (lebih…)

Read Full Post »

Yang lebih memalukan adalah ketika Mahkamah Agung Inggris membebaskan Salman Rusdi dari jeretan hukum pengadialan, dengan dalih bahwa penghinaan terhadap kesucian dan kehormatan nilai-nilai agama hanya berkaitan dengan Kristen, tidak mencakup Islam. Maka, kecurigaan terhadap keutuhan ilmiah pluralisme agama bukan tanpa alasan. Tindakan Mahkamah Agung Inggris itu ternyata tidak mampu menarik suara kritis perjuangan-perjuangan prularis.

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »