Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2008

Kaitannya dengan fenomena kekeliruan dalam mengartikan dan mengurai konsep, fakta ini tidak semestinya ditafsirkan sebagai pergerakan dan perubahan dari yang keliru ke yang tepat, tetapi difahami adanya dua pengertian; yang pertama keliru dan yang kedua tepat. Adalah keunikan pengetahuan secara umum bahwa ia –tutur Ali bin Abi Thalib as- bukan kekayaan dan benda yang kalau kita pertukarkan terjadi kekurangan dan kehilangan, sedangkan pengetahuan tidak mengalami dan kekurangan tatkala dipertukarkan. Yang terjadi malah pertambahan dan kekayaan dalam arti yang lebih unggul.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Akal dan teks agama ibarat dua sayap bagi agama. Keseimbangan agama amat bergantung pada keberadaan dua sayap tersebut, jika salah satu lumpuh maka agama tidak akan bisa memiliki keseimbangan dengan baik atau bahkan akan membahayakan agama itu sendiri. Dengan memperhatikan argumen teks agama, maka argumen akal pun akan dapat memberi keseimbangan pada agama itu sendiri, sehingga sebagaimana teks agama bisa menjadi dasar hukum agama maka akal pun bisa pula dikategorikan sebagai dasar hukum agama.

(lebih…)

Read Full Post »

Islam sebagai agama pamungkas dan syariat terakhir yang diturunkan oleh Allah swt, serta Al-Quran sebagai kitab suci terakhir dituntut mampu dalam menjawab semua tantangan yang ada. Adakah ajaran Islam selaras dengan apa yang diserukan oleh akal budi manusia? Apakah Islam dengan berbagai teks agama yang dimilikinya mampu menjawab semua tantangan rasionalitas pemikiran? Jika jawabannya negatif, niscaya Islam akan kehilangan predikatnya sebagai agama terakhir yang idealnya mampu menjawab tantangan segala zaman. Akan tetapi jika jawabannya positif, maka akan banyak sekali bermunculan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan permasalahan tersebut sebagai konsekuensi dari jawaban positif tadi.

(lebih…)

Read Full Post »

Oleh karena itu sama sekali tak beralasan apabila kita menuntut lebih dari realitas yang ada, semua kekurangan dan keutamaan yang terjadi tidak lain karena keberagaman kapasitas eksistensial semua jagat raya. Dan oleh karena Tuhan kausa prima adalah maha pengasih, maha adil dan maha bijak, maka Dia tidak akan enggan memberi sesuai dengan kapasitas penerima.

(lebih…)

Read Full Post »