Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2007

Oleh karenanya, selain penggalakan toleransi sosial antar umat beragama, penumbuhan identitas religius sebagai dasar kerukunan umat beragama harus ditekankan. Hanya dengan identitas religius, suatu bangsa akan dapat menahan serangan budaya asing yang selalu menggerus dan menggoyah kebudayaan bangsa. Identitas religius adalah identitas esensi manusia. Dengan kembali kepada identitas ini berarti kembali kepada esensi kemanusiaan. Inilah makna keadilan yang diimpikan semua umat manusia.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Dari sini akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa berdalil dengan ayat ini untuk menguatkan konsep Pluralisme Agama yang berarti setiap agama mampu menghantarkan pengikutnya kepada keselamatan abadi dan sejati sangatlah tidak tepat, bahkan bisa dikatakan sebagai argumen yang terlalu diada-adakan dan cenderung melakukan pemaksaan terhadap teks. Pemaksaan semacam ini akan mengakibatkan seseorang terjerumus pada jurang penafsiran sesuai pendapat pribadi (tafsir bir ra’yi) yang jelas-jelas dilarang (baca: haram) dalam ajaran agama Islam.

(lebih…)

Read Full Post »

Dalam kehidupan sosial, justru ajaran Islam mengharuskan umatnya untuk bersikap lemah lembut, penuh kasih sayang, adil, dan tidak zalim kepada sesama umat manusia, apapun agama, ras, dan bangsanya. Toleransi tidak bisa diartikan menerima semua agama dan menganggap semuanya benar. Seorang muslim yang baik adalah bersifat eksklusif terhadap agamanya sendiri, namun di saat yang sama dia pun toleran terhadap pemeluk agama lain. (lebih…)

Read Full Post »

Yang lebih memalukan adalah ketika Mahkamah Agung Inggris membebaskan Salman Rusdi dari jeretan hukum pengadialan, dengan dalih bahwa penghinaan terhadap kesucian dan kehormatan nilai-nilai agama hanya berkaitan dengan Kristen, tidak mencakup Islam. Maka, kecurigaan terhadap keutuhan ilmiah pluralisme agama bukan tanpa alasan. Tindakan Mahkamah Agung Inggris itu ternyata tidak mampu menarik suara kritis perjuangan-perjuangan prularis.

(lebih…)

Read Full Post »

Selama keberagaman agama berada dalam satu garis vertikal dengan sebab pertama diatas, maka setiap agama akan dinilai benar pada ordenya masing-masing dan semua pengikutnya telah menempuh jalan keselamatan abadi. Namun, bila keberagaman itu berada dalam satu garis vertikal dengan sebab kedua diatas, maka logika tidak dapat menghukumi bahwa semua agama itu benar atau semuanya salah. Logika tidak dapat menghukumi bahwa semua agama layak diikuti karena dua hal kontradiktif tidak akan pernah bersatu. Lebih dari itu, dan mengikuti agama yang kurang adalah buruk.

(lebih…)

Read Full Post »