Feeds:
Pos
Komentar


“Saya katakan kenapa Anda tidak bisa menerima ikhwan Syiah sebagai mazhab kelima? Hal yang mengherankan adalah mereka mengatakan kepada Anda ingin bersatu. Mereka tidak mengatakan tentang menjadi Syiah. Mereka berteriak “Tidak ada suni atau Syiah, hanya ada satu, Islam.” (Syekh Ahmad Deedat)

Lanjut Baca »

Politik Hanibebal

Ada khalifah-khalifah yang iba, ada baduwi-baduwi yang rakus, ada pula khalifah-baduwi yang rakus dengan cara tampil iba dan alim. Begitu menjijikkan, hingga Ali bin Abi Thalib menaksir harga mereka tak lebih dari ‘afthatu ‘anzin (tetesan ingus onta). Sekedar tidak dijijikkan orang, Ali menganjurkan kita jadi anak onta saja, la dhohrin fa yurkab wa la labanin fayuhlab (yang punggungnya tidak siap untuk ditunggangi, tidak juga susunya untuk diperahi). Cara terkecil yang paling mudah dijalani untuk itu ialah mempertahankan kesadaran akan rasa jijik terhadap segala perilaku politik busuk tetap hidup dalam jiwa.

Lanjut Baca »

Islam sebagai agama sempurna memiliki sikap jelas terhadap masing-masing dari prinsip atau institusi demokrasi tersebut. Bagi Islam, secara umum demokrasi adalah konsepsi ambigu yang bisa berarti positif dan negatif. Kenegatifannya telah jelas terbukti ketika konsep tersebut pernah mengabdi pada imperialisme Barat dan sedang dipaksakan pada dunia ketiga. Berikut ini cobalah kita cermati lebih baik prinsip dan institusi demokrasi dalam perspektif Islam.

Lanjut Baca »

Konferensi Jaksa Negara-Negara Islam akhirnya kemarin (Rabu, 22/4) resmi ditutup setelah dua hari berturut-turut membahas mekanisme hukum untuk menyeret rezim zionis Israel ke mahkamah internasional. Dalam konferensi dua hari itu, sekitar 200 pakar dan praktisi hukum dari pelbagai negara menyusun draft dakwaan hukum melawan kejahatan rezim zionis Israel terhadap rakyat Palestina dan menghasilkan sebuah deklarasi. Upaya menyeret para petinggi zionis Israel yang terlibat dalam kejahatan perang terhadap rakyat Palestina selain merupakan tanggung jawab internasional, memerlukan pula dukungan tegas institusi hukum negara-negara Islam.

Lanjut Baca »

Bahasa al-Quran menjelaskan tentang hakekat obyek riil yang harus dapat dipahami oleh setiap individu. Untuk itu al-Quran menggunakan bahasa fitrah, sebagai esensi dasar manusia yang tiada perbedaan antara satu individu dengan individu yang lain. Walau demikian, pengungkapan bahasa ini tidak musti dengan satu metode, melainkan dengan metode yang berbeda-beda. Hal itu sangat bergantung kepada potensi setiap individu sebagai obyek seruan (mukhatab) wahyu Tuhan. Dan sebagaimana yang telah disinggung, perbedaan cara pengungkapan tadi adalah dalam rangka penyederhanaan ajaran yang substansinya bersifat transtendental, sehingga dapat dipahami oleh semua kalangan.

Lanjut Baca »

anti-zionist anti-zionis

Zionisme adalah ideologi nasionalisme materialis karya seorang teoritis Yahudi tak taat agama bernama Theodore Hertzel. Ungkapan para tokoh Yahudi tentang Zionis tersebut sudah cukup dijadikan bukti kebatilan Zionis. Berbeda dengan yang diklaim selama ini, Zionis tidak terbentuk berdasarkan ketaatan pada agama melainkan berlandaskan nasionalisme dan etnisitas. Selain itu, orang-orang Zionis menafsirkan dan mendefinisikan agama sesuai dengan kepentingan dan keinginan mereka. Salah satuya adalah aksi pendudukan terhadap Palestina. Bukti lain dari rasisme Rezim Zionis adalah banyaknya jumlah UUD Israel yang ditetapkan berdasarkan unsur rasis, ketidakadilan, dan sangat diskriminatif. Oleh karena itu, pada tahun 1975, Majelis Umum PBB secara eksplisit menyetarakan Rezim Zionis Israel dengan rasialisme.

Lanjut Baca »

Yang terjadi di tengah masyarakat kita sekarang ini selain yang telah kita sebutkan tadi ada beberapa oknum yang zahirnya nampak sebagai seorang muslim dan berjiwa agamis mereka berusaha untuk menetapkan keyakinan ini dengan menggunakan pemahaman-pemahaman agama dan teks-teks suci keagamaan. Dalam banyak kesempatan merekapun menggunakan dalil-dalil sastra maupun syair-syair seperti karya Maulawi (Jalaluddin Rumi .pen) atau Atthar Naisaburi yang digunakan untuk berdalil pada setiap pandangan mereka. Sedang disitu terdapat poin-poin yang mereka lalaikan dengan tanpa mereka disadari. Padahal jika diteliti lebih lanjut, niscaya banyak sekali peluang-peluang untuk bisa mengkritisi pemikiran mereka.

Lanjut Baca »