Islam sebagai agama sempurna memiliki sikap jelas terhadap masing-masing dari prinsip atau institusi demokrasi tersebut. Bagi Islam, secara umum demokrasi adalah konsepsi ambigu yang bisa berarti positif dan negatif. Kenegatifannya telah jelas terbukti ketika konsep tersebut pernah mengabdi pada imperialisme Barat dan sedang dipaksakan pada dunia ketiga. Berikut ini cobalah kita cermati lebih baik prinsip [...]
Arsip untuk ‘Kritisi Budaya Barat’ Kategori
Islam dan Demokrasi; Sebuah Problem Legitimasi
Diposkan dalam Kritisi Budaya Barat, Politik dan Budaya pada Mei 6, 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
TANYA-JAWAB SEPUTAR PLURALISME AGAMA & MAZHAB (Bag 2)
Diposkan dalam Kritisi Budaya Barat, Pluralisme Agama, Sosial dan KEmasyarakatan pada April 22, 2009 | 3 Komentar »
Yang terjadi di tengah masyarakat kita sekarang ini selain yang telah kita sebutkan tadi ada beberapa oknum yang zahirnya nampak sebagai seorang muslim dan berjiwa agamis mereka berusaha untuk menetapkan keyakinan ini dengan menggunakan pemahaman-pemahaman agama dan teks-teks suci keagamaan. Dalam banyak kesempatan merekapun menggunakan dalil-dalil sastra maupun syair-syair seperti karya Maulawi (Jalaluddin Rumi .pen) [...]
TANYA-JAWAB SEPUTAR PLURALISME AGAMA & MAZHAB (Bag 1)
Diposkan dalam Kritisi Budaya Barat, Pluralisme Agama, Sosial dan KEmasyarakatan pada April 22, 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Baik dari sisi praktis maupun teoritis tuntutan pluralisme adalah penekanan atas pelarangan manusia untuk berfikir absolitis dan mempersulit orang lain dengan berlandaskan pada fanatisme terhadap pandangannya dan menganggapnya sebagai kebenaran yang mutlak, dimana pendapat semacam ini pada hakikatnya kembali pada skeptisisme dalam ephistemologi.
Postmodernisme; Fatamorgana Alam Khayal
Diposkan dalam Kritisi Budaya Barat pada Oktober 26, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Dari enam asas utama postmodenisme di atas dapat diketahui, betapa manusia postmodernis memandang sesuatu selalu melalui sudut pandang idealis, bukan realis. Tentu, pada tataran realita tidak mungkin akan kita dapati praksis yang sesuai dengan teori yang berasas hal-hal di atas. Jika setiap orang tetap akan memaksakan pengaplikasian di alam realita, niscaya kehancuran yang bakal terwujud, [...]
Humanisme (2)
Diposkan dalam Kritisi Budaya Barat pada Juni 17, 2007 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Terlihat bahwa gerakan humanisme adalah merupakan solusi untuk menghadapi intimidasi dan despotisme para pemuka gereja abad pertengahan. Humanisme bertekad untuk mengembalikan kepada manusia hak kebebasan yang telah dinistakan secara total oleh para elit agama di gereja. Pada awal kebangkitannya, kaum humanis berjuang untuk mematahkan kekuatan orang-orang yang mengaku sebagai perantara yang menghubungkan manusia dengan Tuhan, [...]
Humanisme (1); Selayang Pandang
Diposkan dalam Kritisi Budaya Barat pada Juni 17, 2007 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Di mata sebagian kaum humanis, agama dan pencerahan pemikiran merupakan dua kutub yang saling bertentangan, agama adalah milik masyarakat awam, sedangkan bagi para pemikir kepatuhan kepada agama merupakan perilaku yang menyalahi kebebasan berpikir. Mereka bukannya melenyapkan bencana akibat penyalahgunaan agama, yaitu kerakusan dan despotisme sistem gereja yang telah membendung nilai, ikhtiar, dan kebebasan manusia abad [...]
Masyarakat Religius; Problem Pluralisme Agama dan Mazhab
Diposkan dalam Kritisi Budaya Barat, Pluralisme Agama, Sosial dan KEmasyarakatan pada April 24, 2007 | 1 Komentar »
Oleh karenanya, selain penggalakan toleransi sosial antar umat beragama, penumbuhan identitas religius sebagai dasar kerukunan umat beragama harus ditekankan. Hanya dengan identitas religius, suatu bangsa akan dapat menahan serangan budaya asing yang selalu menggerus dan menggoyah kebudayaan bangsa. Identitas religius adalah identitas esensi manusia. Dengan kembali kepada identitas ini berarti kembali kepada esensi kemanusiaan. Inilah [...]
Pluralisme dalam Timbangan al-Quran
Diposkan dalam Kritisi Budaya Barat, Pluralisme Agama, Sosial dan KEmasyarakatan pada April 24, 2007 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Dalam kehidupan sosial, justru ajaran Islam mengharuskan umatnya untuk bersikap lemah lembut, penuh kasih sayang, adil, dan tidak zalim kepada sesama umat manusia, apapun agama, ras, dan bangsanya. Toleransi tidak bisa diartikan menerima semua agama dan menganggap semuanya benar. Seorang muslim yang baik adalah bersifat eksklusif terhadap agamanya sendiri, namun di saat yang sama dia [...]
Menimbang Kejujuran Pluralisme
Diposkan dalam Kritisi Budaya Barat, Pluralisme Agama, Politik dan Budaya pada April 24, 2007 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Yang lebih memalukan adalah ketika Mahkamah Agung Inggris membebaskan Salman Rusdi dari jeretan hukum pengadialan, dengan dalih bahwa penghinaan terhadap kesucian dan kehormatan nilai-nilai agama hanya berkaitan dengan Kristen, tidak mencakup Islam. Maka, kecurigaan terhadap keutuhan ilmiah pluralisme agama bukan tanpa alasan. Tindakan Mahkamah Agung Inggris itu ternyata tidak mampu menarik suara kritis perjuangan-perjuangan prularis.
Pluralisme Agama
Diposkan dalam Kritisi Budaya Barat, Pluralisme Agama, Politik dan Budaya pada April 24, 2007 | 2 Komentar »
Selama keberagaman agama berada dalam satu garis vertikal dengan sebab pertama diatas, maka setiap agama akan dinilai benar pada ordenya masing-masing dan semua pengikutnya telah menempuh jalan keselamatan abadi. Namun, bila keberagaman itu berada dalam satu garis vertikal dengan sebab kedua diatas, maka logika tidak dapat menghukumi bahwa semua agama itu benar atau semuanya salah. [...]
Halaman
Kategori
-
Blog Stats
- 208,379 hits
-
Tulisan Teratas
- Shalat Tarawih Berjamaah adalah Bid’ah
- Mewaspadai Gerakan Islam Bentukan Amerika
- Bagaimana Hubungan Ulama Sunni-Syiah Selama ini?
- PERAN MA'RIFAT DALAM MENCAPAI KESEMPURNAAN
- Ngaku Sebagai Negara Adidaya; 40 Hal yang Memalukan AS
- Apakah Abu Hurairah bukan Sahabat Nabi?
- Globalisasi dan Dunia Islam
- Benarkah ada 10 Sahabat Dijamin Masuk Sorga?
- Abdullah Bin Saba’ Pendiri Syiah, Benarkah?
- Nikah Mut'ah Sama dengan Zina?
- Dimanakah Allah?
- Surat Terbuka Presiden Iran Mahmud Ahmadi Nejad kepada Raja Saudi Arabia, Abdullah bin Abdul Aziz Al-Saud
Mei 2012 S M S S R K J « Mar 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 -
Komentar Terakhir
ryo on Ayatollah Al-Udzma Khamenei: S… ryo on Apakah Abu Hurairah bukan Saha… annisa on Nikah Mut’ah Sama dengan… Rubyyanto on Obyek-Obyek Isu Kesesatan… salam on Komentar untuk ‘Beberapa… Muhidin on Keyakinan Bada’; Penisba… Jeffry on Taqiyah Identik dengan Ke… SOLIHAT on Bagaimana Hubungan Ulama Sunni… Maren Kitatau on Dimanakah Allah? armand on Dimanakah Allah? ASSAFANJANY on Shalat Tarawih Berjamaah adala… HAIDAR on Shalat Tarawih Berjamaah adala… HAIDAR on Shalat Tarawih Berjamaah adala… HAIDAR on Pidato Ahmadinejad di Konferen… Arsip
- Maret 2012 (2)
- Januari 2012 (1)
- Mei 2009 (2)
- April 2009 (7)
- Maret 2009 (3)
- Februari 2009 (6)
- Januari 2009 (20)
- Desember 2008 (8)
- Oktober 2008 (5)
- September 2008 (1)
- Agustus 2008 (3)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (1)
- April 2008 (4)
- Desember 2007 (1)
- November 2007 (4)
- Oktober 2007 (2)
- Juli 2007 (6)
- Juni 2007 (10)
- April 2007 (5)
Down With USA & Israel
Segala bentuk kezaliman dan keangkaramurkaan di muka bumi harus segera diperangi walau hal itu menuntut pengorbanan segala yang kita cintai, termasuk mengorbankan jiwa dan raga. Wahai angkara murka, perangi kebenaran niscaya ia akan semakin kuat dan segera akan menggerus kalian. Kematian dalam kebenaran adalah keindahan, sedang hidup bersama angkaramurka adalah kehinaan. Sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. Dan Allah pasti akan selalu memenuhi janji-Nya. Inna Auliya'Allah laa khaufun alaihim wa laa Hum Yahzanuun. Fainna Hizballah Humul Ghalibuun.Situs Islam
Meta
-
Klik tertinggi
Awan Kategori