Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Kajian al-Quran & Hadis’ Kategori

Bahasa al-Quran menjelaskan tentang hakekat obyek riil yang harus dapat dipahami oleh setiap individu. Untuk itu al-Quran menggunakan bahasa fitrah, sebagai esensi dasar manusia yang tiada perbedaan antara satu individu dengan individu yang lain. Walau demikian, pengungkapan bahasa ini tidak musti dengan satu metode, melainkan dengan metode yang berbeda-beda. Hal itu sangat bergantung kepada potensi setiap individu sebagai obyek seruan (mukhatab) wahyu Tuhan. Dan sebagaimana yang telah disinggung, perbedaan cara pengungkapan tadi adalah dalam rangka penyederhanaan ajaran yang substansinya bersifat transtendental, sehingga dapat dipahami oleh semua kalangan.

(lebih…)

Read Full Post »

Sekalipun al-Quran memiliki variabel yang dapat dilacak dalam bahasa Arab, namun jelas betapa al-Quran tidak mempergunakan keseluruhan metode sasteranya. Sebagai contoh, al-Quran tidak mempergunakan pengertian imajinasi dengan makna yang biasa dipergunakan dalam sastera terutama puisi. Karena dalam pengertian imajinasi selalu terkandung pengertian “kreasi” atau dengan kata lain membuat-buat. Sebuah pengertian yang berdasarkan kondisinya tidak hakiki dan jelas al-Quran tidak akan menggunakannya sesuai dengan posisinya. Sementara itu, sekalipun al-Quran menyampaikan pesannya dengan cara ilmiah, namun tidak menyampaikannya dengan bahasa ilmiah. Yakni, tidak dengan pengertian dan istilah ilmiah yang khusus dipakai para ilmuwan.

(lebih…)

Read Full Post »

kitab-suciku-al-quran.gif

Al-Kafi bukanlah kitab shahih, yang hadisnya pun sampai sekarang masih diteliti, makanya tidak bernama “Shahih Al-Kafi”. Lucunya (atau tidak lucunya) di dalam kitab Ahlus Sunnah, yang bernama Shahih Bukhari atau Shahih Muslim, juga terdapat hadis tentang perubahan Al-Quran. Bedanya, ini kitab shahih! Tentu saja shahih menurut penulisnya. Jadi di dalam Shahih Bukhari atau Muslim tidak perlu pengklasifikasian hadis, karena semuanya shahih (menurut saudara Ahlus Sunnah). Ada beberapa riwayat tahrif Al-Quran yang ada dalam kitab Ahlus Sunnah. Jadi baik Syiah maupun Ahlus Sunnah ada riwayat tahrif, bedanya yang satu shahih yang satu lagi tidak shahih (menurut masing-masing). Jadi jangan mengatakan bahwa Syiah mempunyai Quran yang berbeda, sementara di sisi lain ada juga riwayat tahrif dalam kitab shahih. Sudah saatnya berhenti bertikai. Justru kita harus mengamalkan apa yang ada di Al-Quran Al-Karim

(lebih…)

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.